Sabtu, 25 Januari 2014



Sejak pertama kali dirilis, kritik dan komentar negatif langsung dilontarkan terhadap PES 2014. Ya, ini memang seri pertama PES menggunakan engine game baru sebagai penerus di masa mendatang. Kehadirannya tahun ini memang kontroversial, dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan para gamer (berdasarkan survei). Tetapi bukan berarti Konami gagal, tak sedikit juga perubahan yang ditanamkan terhadap 2014, seperti atmosfir stadion yang lebih hidup, penambahan lisensi AFC Champions League, true ball tech, dan masih banyak lagi. Lalu muncul pertanyaan, mengapa PES 2014 tetap dikecewakan banyak pihak? Apa yang sebenarnya perlu dibenahi? Mari kita ulas.

Grafis



Banyak pihak menilai bahwa grafis yang ada di PES 2014 setara dengan kartun. Mungkin iya, bagi user yang bermain PES 2014 dengan graphics quality low. Oke, setiap pribadi memang memiliki pendapat yang berbeda, tapi sedikit terlihat memang bahwa intensitas warna yang disuntik ke PES 2014 terlalu berlebihan. Sehingga warna yang ditampilkan terlihat tidak natural. Mungkin itu, tapi bukan berarti seperti kartun. Mungkin Konami bisa sedikit memperbaiki ini dan membuktikan kepada football gamer apa yang mereka bisa.

Gameplay



Menurut pendapat para gamer tanah air, inilah problem nomor satu di PES 2014. Fox Engine memberikan banyak perubahan besar terhadap gameplay yang disajikan. Manual passing, manual shoot, serta ke-manualan lainnya membuat para gamer sangat sulit beradaptasi, hingga akhirnya terus menelan kekalahan, emosi, dan berujung pada pelampiasan. Menghujat Konami. Yes I know susahnya beradaptasi dengan gameplay PES 2014, Gamespot saja sebagai tukang review game internasional memberikan rating 6 untuk PES 2014. Enam meeen, e to the nam, ENAM.  "Passing it's not fun again", katanya. Padahal tahun lalu Gamespot memberikan nilai 8 untuk PES 2013. Jauh bukan?

Oke admin admin disini pun mengakui bahwa gameplay yang diberikan Konami memang terlalu jauh, jauh dari seri sebelumnya. Sehingga para gamer merasa kaget dan tidak siap untuk mengarungi musim 2014 ditemani PES 2014. Saat artikel ini ditulis, para admin PES-ID sudah mendekati kata bisa bahkan lancar (nggak bilang jago loh ya) dalam memainkan PES 2014. Dan apa yang kami rasakan? Ya, Konami memberikan total freedom kepada setiap gamer yang memainkannya. Permainan yang disajikan di PES 2014 terasa lebih free dan tidak monoton, motion pemain terlihat lebih variatif dan terasa sangat lembut. Walaupun bug masih kerap ditemukan. Gameplay yang Konami tanamkan di PES 2014 memang masih jauh dari kata sempurna, tapi ini merupakan sajian pembuka Konami sebelum PES 2015 resmi memasuki persaingan next gen gaming di PS4 serta XBox One dan menebus semua kekecewaan yang ada.

Wasit



Hal lain yang tak luput dari review kami adalah wasit. Fitur MASS (Motion Animation Stability System) sebenarnya sudah bekerja cukup baik di PES 2014. Hanya saja, adu fisik yang ada membuat sang pengadil lapangan terlalu mudah memberikan kartu kepada pemain.

Tak hanya itu, kesalahan keputusan lain juga kerap terjadi pada hakim garis. Posisi onside kerap dianggap offside begitu pula sebaliknya. (walaupun jarang terjadi)


Kami rasa Konami perlu membenahi keputusan wasit yang terlalu sensitif di lapangan. Adanya kontak fisik hampir selalu berbuah pelanggaran, bahkan tekel bersih walaupun menyentuh kaki lawan sedikit pun bisa menghasilkan kartu. Ngenes memang, tapi ya inilah program, buatan manusia. Pasti selalu ada bug dan kita harus bisa memakluminya. Hal ini benar benar perlu dibenahi oleh Konami agar lebih baik lagi kedepannya.

Game Mode



Mengejutkan memang, bahwa fitur press confrence lenyap di PES 2014. Hal ini membuat bursa transfer menjadi kurang begitu menarik karena animasi proses perkenalan pemain tidak kembali tersaji.

Hal mengejutkan lainnya, sejumlah fitur justru lenyap di Master League PES 2014, seperti team staff, shop, dll. Bukannya semakin seru, tapi justru semakin monoton. Sorry Konami, tapi ini fakta. Kita harus berani memberikan kritik agar game favorit kita bisa lebih baik kedepannya. Hopefully, PES 2015 can be better. Like a biscuit.

Komentator



I'm Jon Champion and Jim Beglin is here.." kami yakin selama beberapa tahun kebelakang anda bermain PES pasti pernah merasa bosan dengan kedua komentator ini. Sebenarnya, kebosanan ini muncul bukan karena suara mereka, tetapi apa yang mereka ucapkan. Betul? Bandingkan dengan FIFA (disini kami mengakui FIFA unggul jauh dalam urusan komentator), selain mereka memiliki 2 komentator Inggris, mereka juga membuat komentator yang begitu heboh. Intonasi dan percakapan yang dilakukan komentator sangat variatif, terutama saat serangan dan peluang terjadi. "and it's a chaaaance!", "messsseeeeeehhh..", dll. Tentu saja hal tersebut membuat pertandingan semakin seru.

Skill Pemain

Aneh rasanya saat melihat seorang Cristiano Ronaldo, atau Antonio Valencia yang notabene-nya pesepakbola ter-ngacir bisa dikejar oleh bek sekelas Norwich atau Cardiff City. Ya, dan ini terjadi di PES 2014, hal ini membuat sejumlah gamer frustasi (termasuk para admin disini) dan ingin rasanya menekan R1 sampai jebol. Hal ini seharusnya masuk saku staff Konami.

Respon Pemain

Peluang di dapat, one on one, tombol kotak sudah ditekan, namun si pemain tak kunjung menendang bola, hingga akhirnya gagal mencetak gol. Ya ini juga menjadi salah satu permasalahan utama di PES 2014. Slow respon. Para pemain di PES 2014 seakan tidak siap menerima bola dan tentunya membuat gamer kesal.


Walaupun Konami sudah mencoba memperbaiki dengan merilis update di dalam Data Pack dan Patch terbaru, tetap saja respon pemain tidak terlalu meningkat. DLC & patch official tidak bisa berbuat banyak, akhirnya pilihan jatuh kepada unoficial patch yang memberikan gameplay serta respon pemain yang lebih baik. Perlu menjadi catatan bagi Konami untuk memperbaiki hal ini di PES 2015 nanti.

Tapi bukan berarti PES 2014 hadir tanpa keunggulan, inilah fitur yang menurut kami sangat patut dipertahankan dan menunjukan kualitas Pro Evolution Soccer.

Atmosfir



Atmosfir stadion yang menggelegar adalah salah satu ujung tombak PES. Fitur ini merupakan terobosan terbaru dimana teriakan supporter akan mempengaruhi peforma pemain di lapangan. Fitur ini juga tentu akan membuat permainan memjadi lebih berisik dan memberikan tensi tinggi.

Detail Grafis




Walaupun intensitas warna pada grafis PES 2014 terlihat mencolok, tapi tidak untuk urusan detailnya. Konami menawarkan grafis dengan detail yang memukau, tentu saja ini merupakan aset untuk PES dalam beberapa edisi kedepan.

Emosi Pemain



"Everything engineered with emotion", inilah slogan yang pertama kali muncul di teaser trailer PES 2014. Para pemain PES 2014 memang memiliki emosi dan mental dalam permainan. Didukung dengan teknologi engine baru, emosi pemain nampak begitu nyata dengan berbagai ekspresi yang ditimbulkan.

Goalkeeper AI


Salah satu fitur lainnya yang mengalamai peningkatan drastis adalah pergerakan penjaga gawang. Lihatlah betapa gesitnya penjaga gawang di PES 2014, membuat kita greget dan penasaran. Hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian gamer level expert.

Kita harap Konami bisa mengetahui dan memperbaiki apa saja kekurangan yang harus ditambal di PES 2014. Dengan hadirnya PES 2015, semoga bisa benar benar menjadi next generation football gaming. Viva PES!

Artikel akan terus di update.

{ 38 comments... read them below or Comment }

  1. PES 2014 YANG HARUS DIBENAHI YA SATU
    DRIBBLE KURANG ENAK

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mestinya PES/KONAMI dilarang dimainkan oleh anak bangsa.permainan ngawur TIDAK selayaknya manusia bermain bola.Game ini bisa merusak mental generasi muda persepakbolaan tanah air kita.Masih terlalu jelek.

      Hapus
  2. Jelaaas Onside gan krna masi separuh lapaangan. Nggak ngerti bola ya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada lg gan . Saya kurang suka kalo pemain di kasih kartu kuning . Kelihatan engga ada ekspresinya ? Cuman nurut aja sama wasit gak ada perlawanannya gitu . Saya harap sih pes pes berikutnya bisa nunjukin emosi pemain pas di kasih kartu

      Hapus
  3. Dribblenya enak kok kalo bisa..tinggal pake R3... trus yg gmbar wasit yg onside itu kan benar karena msh d daerah sndri..


    Yg kurang tu kemiripan wajah aja..yg mrip cm pmain bintang aja..lainnya g mrip :D

    BalasHapus
  4. Ini suara wakil rakyat kira2 sampai ke KONAMI ga?

    BalasHapus
  5. Yg paling menonjol adl Pes 14 lebih realistis. dan akhirnya kita tau maen bola secara real itu susah. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gampang maen bola, lo aja kali yang gabisa maen bola, ini masalah gamenya kurang realistis bukan malah terlalu realistis, justru kalo maen pes 2014 gua kerasa mao masuk ke monitor gan!

      Hapus
  6. saya merasakan respon yang sangat lambat apabila 2 pemain lawan memepet , padahal udah di kotak tapi ngga nendang2 di lain sisi kiper udah maju untuk menghadang

    BalasHapus
  7. Permisi kawan, pada bagian artikel ini yang membahas wasit saya rasa keputusan wasit menyatakan onside dalam gambar yang admin tunjukkan itu memang sangat jelas-jelas onside tanpa ada kekeliruan sedikit pun, itu karena sang pemain belum melewati garis tengah yang berarti pemain tsb. masih berada didalam daerahnya sendiri. Trims sebelumnya :)

    BalasHapus
  8. agan" klo mau musuh gak memepet pas pemain giring bola itu tekan R1 2x dijamin pemain langsung ngacirr........

    BalasHapus
  9. Iya gan ane tau kalo di daerah sendiri itu onside, soalnya ane gapunya pict lain buat dibahas..

    BalasHapus
  10. 1 lagi pemainnya ngag pernah cedera.. jarang tu liat pemain palang kuning atau merah, bahkan ngag pernah. Tp pes2014 mantap

    BalasHapus
  11. untuk shot or true pass, mesti setting cuuy, ada pengaturannya ko

    BalasHapus
  12. Patch harusnya seperti PES 2013, antara patch + data packnya jadi satu, gak ribet2 musti downlad patch/dlc

    BalasHapus
  13. 1. Coba ditambahin fitur press conference pake opsi tanya jawab dengan audience/wartawan after match.
    2. Kasi opsi tanya jawab juga antara si player dengan manager (ML/BL) entah soal ingin pindah klub atau trading dg pemain lain. Seru tuuh..

    coba kalian maen NBA 2014 (career mode) bisa di apply tu

    BalasHapus
  14. selebrasi gol mengambil bola pada saat kita ketinggalan score gak ada :D

    BalasHapus
  15. hidup adminnn, kalo bisa langsng ajah kirim email ke contac supportnya konami biar dia bisa bebenah di PES 2015, gw ga rela kalo game ini sampe kalah jauh sama FIFA yessss

    BalasHapus
  16. ada hands ball, biar makin seru & nyata!

    BalasHapus
  17. satu lagi gan soal body balance.. masa pemain yang body kecil enak banget bawa bola meskipun adu body sama pemain tinggi gede, ga mental sama sekali ga realistis jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm mungkin pemain kecil itu body balancenya emang bagus. tapi emang sih gak masuk logika bgt

      Hapus
  18. Masih belum bisa move on dari PES 2013, hahaha..
    Ngeliat banyaknya kritik kayaknya gak tertarik sama PES 2014..

    BalasHapus
  19. Saya sih pribadi lebih ngeliatnya Konami setiap berganti tahun senantiasa membuat suatu mekanisme permainan game yang mendekati kenyataan. Bukankah itu yg kita selalu angan-angankan waktu kita main winning eleven PS1 dulu?

    Nah disini letak persoalannya... ga semua gamers mau dengan mekanisme seperti itu. Saya sih pribadi memang lebih senang dengan gameplay PES 2014 yang katanya lebih sulit. Karena memang itu yg saya selalu inginkan dalam setiap permainan game, bagaimana game tersebut makin mendekati real-nya. Walaupun saya juga suka banting stick waktu pertamakali main PES 2014 karena saking sulitnya.

    Kalo misalnya urusan balance yg ga realistis, si Ronaldo gampang dikejer, dribbling susah, lah itu kan masalah kitanya bisa ga mainin atau tidak. Masa ga sampe 10x main blum lancar trus dibilang jelek. Kalo Ronaldo gampang dikejer kan ada teknik baru arahin analog kanan atas-bawah buat sikut lawan... itu cuman 1 contoh, yang lain banyak banget kok teknik2 barunya. Yang bilang ga pernah cidera, kata siapa? Mungkin settingan injurynya kaga diaktifin xD Semua teknik2 barunya udah dijelasin lengkap di Performance Training. Cuman tinggal mau ga kita beradaptasi...

    Naah kalo misalnya kita pengen main game ga memperdulikan ini nyata atau tidak, wajar kita ga suka. Karena banyak juga gamers yg lebih pengen "Gua main untuk senang-senang, bukan mau liat ini nyata atau tidak, apalagi sampe setress"

    Nah buat yang main game pengen ngerasain ini game mendekati kenyataan atau engga sih, coba aja main dulu sekitar 2-3 jam. Abis itu langsung nonton siaran sepakbola di TV/Youtube. Klo kesan yang ditampilkan beda, ya berarti blum mendekati, klo kesan yg dirasakan mirip, ya itulah sisi realistis dari game.

    Jadi ini semua kembali ke proses adaptasi kita...
    Jangan pernah bilang sebuah game itu "jelek", tapi bilang "ga suka". Sama aja dengan musik, ente bilang ga suka sama jenis musik tertentu tapi orang lain ada suka. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ane setuju sama ente gan.. pes13 gameplay nya gg jauh beda sama ps 2.. banyak teknik yg gg masuk akal.. kalo grafis okelah... tp mnrt ane msh standar aja.. belum kerasa wah nya..

      Hapus
    2. setiap orang punya pandangan yg berbeda2,ente suka belum tentu yg lain suka

      Hapus
    3. Hati-hati dengan game abal-abal seperti PES ini adik-adik.Permainan ini bisa merusak mental dan karakter calon pesepakbola tanah air. Cara bermain bola yg ditampilkan PES (versi manapun) sungguh aneh/jelek nggak logis.

      Hapus
  20. MENDING MAIN FIFA 14 LEBIH BAGUSS !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. FIFA MOTION-NYA KAYAK ROBOT, GRAFIK JADUL!!!

      Hapus
  21. ada fitur yang perlu dibenahi PES,yaitu lisensi liga,klub,stadium,dan timnas di dunia,dan kedetilan wajah pemain seperti contoh,wajah dari alexis sanchez yang sangat berbeda dengan wajahnya di dunia nyata

    BalasHapus
  22. ini cuma masalah kebiasaan, sebenernya gameplay pes 2014 enak kalo udah biasa (walau sebenernya saya sendiri gak bisa adaptasi sama gameplaynya). menurut saya masalah utama ada di respon pemain yg kalo di pencet kotak ga langsung nge shoot, itu masalah utama bgt menurut saya.

    BalasHapus
  23. fitur penonton masuk lapangan, penonton lempar2 asap, pemain tukaran jersey kq ngk ada ya... kan lebih hidup rasanya hehehe

    BalasHapus
  24. Gue bosen dgn Komentatornya, masa Match biasa dibilang "champions" sama komentatornya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan champions tapi nama komentatornya yaitu jim beglin dan jon champion

      Hapus
  25. maen vs com nya terlalu mudah, sangat mudah,,, player com. nya jarang melakukan sooting ke arah gawang..

    BalasHapus
  26. masa ane harus bilang waoaw gitu.............sumpeh deh ane kaga maen lagi pes 2014..nuggu ntar deh liris yg 2015 n review nya..skr msh yg 2013..loncatin tuh 2014 sama ane habis nya ane kaga puas..

    BalasHapus
  27. waw keren banget nie mas, ,iin share yah buat temen yuk update pes kalian biar lebih keren lagi

    BalasHapus

Popular Post

Labels

Extra (20) Patch (11) PES 2014 (8) PES 2015 (13) PES 2016 (1) Tips and Tricks (12)

- Copyright © PES Indonesia -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -